Pembersihan sela-sela gigi menggunakan alat bantu, seperti
tusuk gigi, akan membantu menghilangkan sisa makanan dan plak yang mungkin
terbentuk. Tusuk gigi biasanya terbuat dari sebatang kayu atau plastik, dan
mempunyai satu atau dua ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi. Tusuk
gigi dapat membantu membersihkan permukaan gigi yang sulit dijangkau dan
mengurangi kemungkinan penyakit gusi dan kerusakan gigi.
Tusuk Gigi dan Risiko yang Menyertainya
Terlalu sering memakai tusuk gigi dapat meningkatkan risiko
kerusakan gusi. Tusuk gigi harus digunakan dengan sangat hati-hati dan dengan
gerakan lembut. Hal ini untuk mencegah gusi terkoyak karena gerakan yang kasar.
2. Merenggangkan ruang antar gigi
Gunakan tusuk gigi dengan cara yang benar, yakni dengan
sudut yang tepat sesuai dengan kontur yang normal. Tusuk gigi harus digerakkan
dari dalam ke luar secara perlahan dengan sudut kemiringan 45 derajat.
Seringkali tusuk gigi digunakan secara horizontal, sehingga dapat merenggangkan
ruang di sela-sela gigi, dan makanan akan semakin mudah terselip di daerah tersebut.
3. Pergeseran letak gigi
Kebiasaan menggunakan tusuk gigi atau kebiasaan menggigit
pulpen, pensil dan kacamata berisiko memberi banyak tekanan pada gigi. Hal ini
dapat menyebabkan gigi bergeser, bahkan bisa menyebabkan gigi
Cara Membersihkan Gigi yang Benar
Banyak pakar kesehatan gigi lebih menyarankan penggunaan
benang gigi (dental floss) daripada tusuk gigi. Benang gigi biasanya terbuat
dari serat sutra yang dipilin dan ada juga yang terbuat dari nilon atau
plastik. Benang gigi dianggap sebagai solusi yang lebih baik dari pada tusuk
gigi lantaran sudah diklasifikasikan sebagai perangkat alat bantu kelas I, yang
dianggap berisiko lebih rendah ketimbang alat bantu pembersih gigi dan mulut
lainnya.
Meski penelitian menunjukkan benang gigi dan tusuk gigi keduanya memiliki efektivitas yang hampir sama dalam membersihkan gigi, namun dari sisi keamanan, benang gigi merupakan pilihan yang lebih baik. Jika tidak digunakan dengan benar, tusuk gigi dapat tertelan dan menyebabkan masalah kesehatan serius.
Penggunaan benang gigi sendiri sangat beragam tergantung bentuknya, yaitu dental floss dengan atau tanpa gagang khusus. Para pakar kesehatan gigi menganjurkan untuk melakukan flossing atau membersihkan sela gigi memakai benang setiap hari, minimal dua kali sehari. Cara pemakaiannya adalah dengan menggesekkan benang ke sela gigi yang sulit dijangkau secara perlahan, agar tidak menyakiti gusi dan gigi.
Dental floss hanya disarankan untuk sekali pakai, karena selain kurang efektif, penggunaan berulang bisa menyebabkan infeksi. Jadi, buanglah dental floss setelah memakainya.
Selain menggunakan tusuk gigi atau benang gigi, rutin memeriksakan diri ke dokter gigi setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kebersihan gigi dan merawatnya dengan baik.
O-smile Laser Dental memberikan Executive Card kepada pelanggan O-smile di semua cabang, Dengan Executive Card ini semua pelanggan O-smile Laser Dental mendapatkan potongan harga 15% untuk semua jenis perawatan kesehatan gigi. segera tingkatkan kunjungan anda…
Memberikan Pelayanan yang sangat ramah dan profesional adalah tujuan utama kami kepada semua pelanggan O-smile laser dental.